Lima Agen Cewek Dalam Misi Berbahaya (Film The 355)

 ‘The 355’ adalah film terbaru produksi Universal yang menceritakan tentang usaha lima agen rahasia wanita dalam menghentikan sebuah organisasi teroris yang ingin mendapatkan senjata mematikan.

Film aksi ini dibintangi banyak bintang perempuan ternama seperti, Jessica Chastain, Penélope Cruz, Fan Bingbing, Diane Kruger dan Lupita Nyong’o serta disutradarai oleh Simon Kinberg.

‘The 355’ dikemas dengan aksi-aksi mengesankan dan hal tersebut patut diperhitungkan sebagai alasan mengapa Hollywood perlu berinvestasi lebih untuk meluncurkan film aksi dengan pemain utama wanita.

‘The 355’ akan mengikuti kisah lima wanita yang merupakan agen mata-mata internasional, mereka berusaha menghentikan peristiwa yang berpotensi mengubah dunia. Dengan saling bantu sama lain kelimanya memutuskan untuk membentuk sebuah kelompok yang bernama ‘355’ yang diambil dari mata-mata wanita pertama dalam Revolusi Amerika.

Tim terdiri dari seorang agen bernama Graciela yang merupakan psikolog asal Kolombia yang terampil dan efisien, ada agen CIA Mason ‘Mace’ Brown, kemudian ada Marie seorang agen asal Jerman yang pernah bergabung dalam sekutu M16, lalu ada agen yang memiliki keahlian spesialis komputer canggih bernama Khadijah dan terakhir ada agen mata-mata asal Cina bernama Lin Mi Sheng.

Mereka akan menyelesaikan tiap misi secara bersama dengan kelompok tentara bayaran yang memiliki kemampuan sangat hebat setara dengan keahlian dalam menghancurkan menara Eiffel melalui satu sentuhan tombol saja.

Kisah tentang agen wanita rasanya bukan menjadi hal yang jarang untuk ditampilkan dalam sebuah film, sebab sebelum ‘The 355’ banyak film mengenai agen wanita yang sudah ada seperti ‘Red Sparrow’ (2018), ‘Salt’ (2010), ‘Atomic Blonde’ (2016) dan masih banyak lagi.

Tentu saja dalam film ‘The 355’ sang penulis tidak hanya menampilkan satu agen wanita saja namun lima agen dengan kemampuan dan asal negara yang berbeda-beda. Kelimanya disatukan dalam sebuah misi yang bertujuan untuk menyelamatkan dunia dari sebuah organisasi teroris yang mengincar senjata mematikan.

Simon Kinberg selaku sutradara berhasil menyajikan kisah yang apik dengan memberikan detail setiap karakter dan tambahan sedikit konflik sebelum akhirnya menyatukan kelima agen tersebut.

Senjata mematikan yang diperebutkan pun cukup unik digambarkan dengan bentuk seperti hardisk yang hanya bisa aktif digunakan saat disambungkan melalui laptop. Tak hanya itu, seberapa mematikan senjata itu juga ditampilkan dalam sejumlah adegan yang memberitakan tentang pesawat jatuh dan pemadaman listrik satu wilayah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Jungle Run (2021)

Apakah Mandalika sudah siap? Begini kata Menparekraf